Al Ghashiyah ayat 3 - Amal-amal yang Melelahkan

Oktober 10, 2017
Kita sering membaca Al Qur'an ayat ke 3 surah Al-Ghashiyah. Mari kita perhatikan sisi lain dari penjelasan ayat yang sangat menggugah itu.

Allah Ta'ala berfirman:

عَامِلَةٌ نَاصِبَةٌ
(Amilatun nasibah)
"Amal-amal yang hanya melelahkan"

Rangkaian ayat di awal surah ini bercerita tentang neraka dan para penghuninya.

Ternyata salah satu penyebab orang dimasuk-kan ke neraka adalah amalan yang banyak dan beragam, tapi penuh cacat; baik motif dan niatnya, maupun kaifiyat (tata cara) yang tidak sesuai dengan Syariat dan Sunnah Rasulullah.


Sahabat Umar bin Khathab selalu menangis ketika mendengar ayat ini dibacakan.

Suatu hari Atha' As-Salami, seorang Tabi`in yang mulia, bermaksud menjual kain yang telah ditenunnya kepada penjual kain di pasar.

Setelah diamati dan diteliti secara seksama oleh sang penjual kain, sang penjual kain mengatakan,

 "Ya Atha', sesungguhnya kain yang kau tenun ini cukup bagus, tetapi sayang ada cacatnya sehingga saya tidak dapat membelinya."

Begitu mendengar bahwa kain yang telah ditenunnya ada cacat, Atha' termenung lalu menangis.
Melihat Atha' menangis, sang penjual kain berkata,

"Atha' sahabatku, aku mengatakan dengan sebenarnya bahwa memang kainmu ada cacatnya sehingga aku tidak dapat membelinya. Kalaulah karena sebab itu engkau menangis, maka biarkanlah aku tetap membeli kainmu dan membayarnya dengan harga yang pas."

Kemudian Atha' menjawab tawaran itu,

"Wahai sahabatku, engkau menyangka aku menangis disebabkan karena kainku ada cacatnya?

Ketahuilah, sesungguhnya yang menyebabkan aku menangis bukan karena kain itu. Aku menangis disebabkan karena aku menyangka bahwa kain yang telah kubuat selama berbulan-bulan ini tidak ada cacatnya, tetapi di mata engkau sebagai ahlinya, ternyata kain itu ada cacatnya.

surat al-ghashiyah


Begitulah aku menangis kepada Allah dikarenakan aku menyangka bahwa ibadah yang telah aku lakukan selama bertahun-tahun ini tidak ada cacatnya, bisa jadi mungkin di mata Allah ibadahku penuh cacat dan cela.

Begitulah aku menangis kepada Allah dikarenakan aku menyangka bahwa ibadah yang telah aku lakukan selama bertahun-tahun ini tidak ada cacatnya, bisa jadi mungkin di mata Allah ibadahku penuh cacat dan cela. Itulah yang menyebabkan aku menangis."

Semoga kita menyadari sedini mungkin tentang amal yang kita lakukan apakah sudah sesuai dengan syariat & tuntunan Rasulullah ataukah tidak.

Hanya dengan ilmu-lah kita akan mengetahui dimana letak kekurangan amal kita.

Maka, bukan hanya beramal dengan sebanyak-banyak-nya, tapi juga beramal dengan sebenar-benarnya dan berkualitas.

Intinya, syarat diterimanya amal ibadah adalah:

1. Ketika amal itu ikhlas karena Allah dan
2. Sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

Jazakumullah khairan katsir. Semoga waktu dan kuota yang antum pakai buat membuka dan membaca blog ini dibalas oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Jika berkenan silakan dibagikan.
Previous
Next Post »
0 Komentar

BangBot. Diberdayakan oleh Blogger.

Follow by Email